HIPOTHERMIA BUKAN ACUTE MOUNTAIN SICKNESS

Saya kok suka gemas menerima pertanyaan seputaran hipothermia.

Pertanyaan pertama :

“Dok, untuk hipothermia jika sudah tidak bisa ditangani dengan menggunakan emergency blanket berarti harus ditolong dengan teknik skin to skin ya Dok ?” (iki nanya tapi sambil maksa saya kudu mengiyakan pendapat dia)

Pertanyaan kedua :

“Bu, mau tanya untuk meningkatkan ambang tubuh menghadapi hypothermia, berapa dosis dexamethasone yang aman untuk mendaki gunung”

Saya gemas karena kedua pertanyaan tersebut tidak ada dalam berbagai referensi yang pernah saya baca. Mungkin mereka denger-denger, katanya si ono si itu, nggak membaca refensi yang benar, padahal referensi yang benar tentang hypothermia bertebaran di internet di situs-situs yang bisa dipercaya.

Pertanyaan pertama tentang teknik pertolongan pertama hypothermia dengan teknik skin to skin alias buka baju korban dan buka baju penolong kemudian korban dipeluk dan masuk ke dalam sleeping bag, teknik itu sudah saya cari diberbagai buku dan referensi tapi saya kok tidak menemukannya. Artinya teknik yang diyakini oleh para pecinta alam selama bertahun-tahun turun temurun itu tidak ada referensinya. Itu seperti teknik pertolongan pertama luka bakar menggunakan pasta gigi yang nggak ada referensinya tapi diyakini selama bertahun-tahun disebarkan dari mulut ke mulut.

Trus gimana dong yang bener ?

Yang jelas gini lhoh, saat kita mau mendaki gunung kan sudah tahu bakal berhadapan dengan kondisi dingin, perjalanan melelahkan, jadi ya kudu pake persiapan. Persiapkan pakaian yang sesuai untuk mendaki gunung, baju ganti kering yang dibungkus plastik supaya nggak basah saat hujan,  makanan yang cukup kalorinya serta perlengkapan pendukung lainnya. Jangan ngikuti film 5 cm naik gunung pakai celana jeans, bawa day pack naik ke Semeru, lha emang mau makan angin :p

Trus belajar mendirikan bivak sebagai tempat berlindung jika dibutuhkan. Belajar masak, Belajar Pertolongan Pertama, belajar CPR,  belajar tentang apa itu hypothermia, bagaimana bisa sampai terjadi hypothermia, kenali gejala dan tandanya apa saja, jadi  kalau ada temannya yang menunjukkan gejala tanda hypothermia dini segera berhenti, istirahat, bikin tempat bernaung, lakukan tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mencegah hypothermia menjadi lebih berat. Ganti pakaiannya yang basah dengan pakaian kering, beri minuman hangat yang tidak bersifat diuretic, masak makanan yang cukup kalorinya. Pastikan korban sadar, jika nggak sadar pastikan jalan napasnya terbuka, belajar posisi miring stabil, kalau sampai nggak napas ya lakukan CPR. Ngapain telanjang-telanjang nolong korban hypothermia ? Yang ada ikutan hypothermia.

(jika ada yang punya referensi tentang teknik skin to skin tersebut tolong infokan ke saya ya, mungkin saya yang kurang teliti belajarnya)

Trus pertanyaan kedua tentang pemakaian dexamethasone untuk mencegah hypothermia, saya sampai terheran-heran  itu dapat pengetahuan dari mana coba ?

Dexamethasone adalah kortikosteroid, salah satu fungsinya adalah mengurangi peradangan. Obat ini bisa dikombinasikan dengan obat lain digunakan untuk mengatasi kasus HAPE (High Altitude Pulmonary Edema) dan HACE ( High Altitude Cerebral Edema) yang merupakan bagian dari Acute Mountain Sickness, bukan karena hypothermia. Dan umumnya Acute Mountain Sickness terjadi pada pendakian diatas ketinggian 2500 meter. Untuk bisa terjadi HAPE dan HACE gunung yang didaki ketinggiannya sepertinya  diatas 4000 meter

Jadi kalau minum Dexamethasone trus naik gunung tanpa persiapan yang memadai ya tetap saja bakal hypothermia, karena kegunaannya bukan untuk mencegah hypothermia dan juga tidak mencegah Acute Mountain Sickness. Jadi beda ya HIPOTHERMIA dan ACUTE MOUNTAIN SICKNESS !

Buat teman-teman yang suka melakukan kegiatan pendakian, sebelum mendaki belajar dulu, selain teknik mendaki yang benar juga pelajari hazard apa saja sih yang ada saat pendakian, bagaimana mengantisipasinya, ilmu apa saja yang harus dipelajari, tanya pada orang yang benar, cari referensi yang benar.

Semoga bisa dipahami 🙂

Foto : http://americanpreppersnetwork.com/2015/04/hypothermia-prevention-treatment.html

INDOOR AIR QUALITY – KUALITAS UDARA RUANG

Manusia modern menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam ruangan tertutup. Rumah, sekolah, kantor, tempat kerja ,mall, kafe. Waktu berada diluar ruangan di udara terbuka sangatlah sedikit. Akibatnya untuk bernapas manusia modern sangat tergantung kepada kualitas udara didalam ruangan.

Definisi Indoor Air Quality  biasanya digunakan untuk nonindustrial indoor environments, seperti gedung perkantoran, gedung fasilitas publik (sekolah, rumah sakit, teater, restoran, dll).

Kualitas udara ruang menurut Kepmenkes No.1405/Menkes/SK/XI/2001 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri dinilai melalui :

  • Suhu dan kelembaban
  • Debu
  • Pertukaran udara (Velocity)
  • Gas pencemar terdiri dari : H2S, Amonia (NH3), Karbon monoksida (CO), Nitrogen Dioksida ( NO2), Sulfur Dioksida (SO2)
  • Mikrobiologi

Kualitas udara ruang adalah kualitas udara di dalam dan di sekitar gedung, khususnya yang berhubungan dengan kesehatan dan kenyamanan penghuni gedung.  Kualitas udara ruang dipengaruhi oleh kontaminan mikroba (jamur, bakteri), gas (termasuk karbon monoksida, radon, volatile organic compounds),partikulat atau setiap massa dan energi yang dapat memicu kondisi kesehatan yang buruk.  Penggunaan ventilasi untuk mengencerkan kontaminan dan filtrasi merupakan metode utama untuk memperbaiki kualitas udara di sebagian besar bangunan. Sumber kontaminan udara ruang :

  • Dari luar ruangan : hasil pembakaran, kontaminan yang terbawa sepatu atau pakaian penghuni gedung.
  • Struktur bangunan dan interior furnishing : pada bangunan baru biasanya bau cat, furniture akan mempengaruhi kualitas udara ruang karena kandungan VOC (volatile organic compound) yang dihasilkannya.
  • Sistem mekanik pengaturan udara : AC , exhaust, humidifier, dehumidifier
  • Penghuni gedung : kebiasaan, hobi dan metabolisme penghuni gedung mempengaruhi kualitas udara ruang, termasuk jika memiliki penyakit yang menular melalui udara pernapasan.
  • Agen biologi : virus, bakteri, protozoa, jamur, pollen, tungau debu. Tempat berbiaknya agen biologi adalah karpet, sofa, AC.
  • Gas dan partikulat. Gas berupa asap rokok, ozone yang dihasilkan dari mesin fotocopy, printer laser dan mesin fax. Partikulat berasal dari asbes, silica , logam berat
  • Ozon, radon, volatile organic chemicals, pestisida. (McCunney,2003)

Kondisi kualitas udara ruang yang buruk akan menimbulkan Sick Building syndrome

Sick building syndrome, adalah  kondisi dimana penghuni gedung mengalami gangguan kesehatan akut dan perasaan tidak nyaman yang timbulnya berhubungan dengan lamanya waktu berada dalam gedung, tetapi tidak ada penyakit tertentu atau penyebab yang bisa di identifikasi. Karyawan yang mengalami gangguan kesehatan bisa berada didalam satu ruangan tertentu atau tersebar merata diseluruh gedung. (EPA, 1991)

Indikator Sick building syndrome adalah  (EPA,1991) :

  • Penghuni gedung mengeluhkan : sakit kepala, iritasi mata, hidung dan tenggorokan, batuk kering, kulit kering dan gatal, mual dan rasa dizziness, sulit berkonsentrasi, fatigue dan sensitif terhadap bau-bauan.
  • Penyebab gejala yang timbul tidak diketahui
  • Hampir semua keluhan yang timbul menghilang saat meninggalkan gedung

Apakah kualitas udara ruang yang perlu diperhatikan hanya di tempat umum dan perkantoran ? Bagaimana dengan di rumah ? Tentu saja kualitas udara ruang yang baik di rumah juga termasuk yang harus diperhatikan mengingat kita menghabiskan banyak waktu di dalam rumah, selain itu saat ini sebagian besar rumah diperkotaan sudah menggunakan AC untuk mengatur kenyamanan suhu ruang. AC di rumah perlu perawatan rutin setiap 3 bulan supaya bakteri Legionella tidak berbiak dan mengganggu kesehatan penghuni rumah.

Gambar : http://www.saniservice.com/

 

SICK BUILDING SYNDROME

Jangan dikira orang-orang yang bekerja di gedung-gedung tinggi itu selalu nyaman lho…karena ternyata sebagian dari mereka mengeluhkan rasa sesak napas, mata, hidung dan tenggorokan perih, sakit kepala, pusing, kulit kering dan gatal, sulit konsentrasi, mudah lelah. Keluhan tersebut hilang sesaat setelah meninggalkan kantor.  Hari ini saya diminta datang kesebuah gedung perkantoran di Jakarta untuk mendiskusikan masalah keluhan-keluhan tersebut yang dialami oleh sebagian karyawannya.  Keluhan sudah berlangsung satu tahun terakhir. Sebagai tenant sudah berulangkali menyampaikan keluhan tersebut ke pihak pengelola gedung tetapi tidak ada tindakan pasti untuk mengatasi keluhan tersebut. Kemungkinan besar pihak pengelola gedung tidak mengetahui bahwa para karyawan yang berada dalam gedung yang dikelolanya mungkin mengalami Sick Building Syndrome yang membutuhkan tindakan segera untuk mengatasinya.

Sick building syndrome adalah sekumpulan gejala yang timbul saat seseorang bekerja dalam suatu ruangan tertutup tetapi tidak bisa dijelaskan dengan pasti apa penyebabnya, keluhan bisa timbul di satu area tertentu atau diseluruh gedung dan gejala tsb hilang saat pekerja meninggalkan gedung tempat kerjanya.Sick building sydrome umumnya terjadi diperkantoran yang berada di gedung-gedung tinggi.

Penyebab Sick building sydrome tidak bisa ditentukan secara pasti, tetapi kombinasi dari beberapa faktor seperti suhu dan kelembaban yang tidak adekuat serta pencahayaan yang berlebihan atau kurang bisa berperan menimbulkan Sick Building Syndrome. Selain itu faktor-faktor berikut juga potensial menimbulkan Sick Building Syndrome :

  • Kontaminan kimia dari luar ruangan : asap knalpot kendaraan, asap pembakaran dari dapur,
  • Kontaminan kimia dari dalam ruangan : berasal dari peralatan dan bahan-bahan yang ada dalam gedung seperti karpet, lem dan pelapis mejadan kursi kerja, bahan pembersih, pestisida, asap rokok, mesin fotocopy, printer.
  • Kontaminan biologi : pollen, jamur, spora, bakteri bisa tersembunyi di karpet, gorden, digenangan air AC,saluran air. Kontaminan biologi bisa menimbulkan demam, dada sesak, batuk, nyeri otot dan reaksi alergi. Bakteri Legionella yang berbiak didalam air AC bisa menimbulkan Demam Pontiac dan penyakit Legionairre.
  • Ventilasi yang tidak adekuat berkaitan dengan rendahnya velocity atau rendahnya kecepatan aliran udara didalam ruangan. Velocity yang kurang akan menyebabkan ruangan terasa pengap karena sirkulasi udara segar ke dalam ruangan kurang.

Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk memastikan Sick Building Syndrome diantaranya adalah :

  • Melakukan pengukuran Indoor Air Quality untuk memastikan kualitas udara dalam ruangan sebagai dasar untuk memperbaiki sistem ventilasi.
  • Mencari sumber kontaminan, misalkan : adakah karyawan yang merokok dalam ruang kerja, penggunaan bahan-bahan pembersih ruangan, penyimpanan bahan-bahan yang kimia untuk kebersihan yang mudah menguap.
  • Perawatan karpet secara rutin untuk menghindari tumbuhnya tungau, jamur serta bakteri
  • Periksa area-area yang mungkin lembab dan berisiko tumbuh mold (jamur) seperti area pantry dan toilet.
  • Cek perawatan AC central apakah dilakukan secara rutin setiap 3 bulan.
  • Cek AHU – Air Handling Unit apakah ada kebocoran
  • Cek ducting nya
  • Cek roof surface mungkin banyak debu tertimbun di sana.

Jika anda dokter yang berpraktek  klinik di sebuah gedung perkantoran dan kunjungan terbanyak kasus alergi, asma, sakit kepala, fatigue yang berulang-ulang ada baiknya anda pikirkan kemungkinan pasien anda mengalami Sick Building Syndrome .

Sumber : www.nsc.org

Demam Uap Logam

 

Di dalam ilmu kedokteran demam merupakan salah satu pertanda adanya gangguan didalam tubuh. Demam berfungsi sebagai alarm untuk memberitahukan bahwa sesuatu tengah terjadi di dalam tubuh kita. Penyebab demam bisa bermacam-macam, mulai dari infeksi (bakteri, virus, parasit), alergi,keganasan, trauma,penyakit autoimun. Pada anak-anak dan masyarakat pada umumnya penyebab demam yang tersering adalah infeksi. Di dalam ilmu Kedokteran Kerja dikenal istilah ”Demam Uap Logam” yaitu suatu kondisi dimana seorang pekerja mengalami demam yang disebabkan oleh uap logam tertentu.Keluhan umumnya menyerupai gejala flu, yaitu : demam, menggigil, mual,muntah, haus,sakit kepala, lemas, nyeri sendi dan otot. Merupakan kondisi alergi akut yang dialami oleh kebanyakan tukang las sepanjang masa kerjanya.

KASUS :

Sebuah perusahaan pembuat besi tower, plat besi gelombang, mengeluhkan sebagian besar karyawan di bagian pengelasan mengkonsumsi obat penurun demam & pengurang nyeri setiap hari. Anggaran belanja obat analgetik antipretik tersebut tinggi. Setelah dilakukan plan visit didapatkan para pekerja tersebut setiap hari terpajan uap las, ruang kerja tidak terdapat ventilasi hanya ada kipas angin untuk menghilangkan uap hasil pengelasan. Sayangnya uap yang tertiup kipas angin tersebut berpindah keruangan sebelah dimana terdapat pekerja lain yang bekerja. Uap logam yang bisa menimbulkan keluhan seperti diatas paling banyak adalah uap Zinc Oxide yang dihasilkan pada proses las,galvanizing, Gejala biasanya timbul dalam 6-24 jam. Dan akan menghilang setelah 24-48 jam tanpa penanganan. Elemen lain seperti copper dan magnesium juga menimbulkan dampak serupa.

PERMISSIBLE EXPOSURE LIMIT

Standar OSHA untuk uap Zinc Oxide adalah 5 miligram uap Zinc Oxide per meter kubik udara (mg/m3) untuk 8 jam kerja per hari.

Menurut NIOSH 5mg/m3 dengan lama kerja 10 jam perhari, 40 jam per minggu, dengan

Short Term Exposure Limit (STEL) 10 mg/m3 untuk 15 menit.

BAGAIMANA MENGHINDARI HAZARD ?

  • Hindarkan kepala dari uap logam
  • Jangan menghirup udara yang mengandung uap logam
  • Gunakan ventilasi yang cukup, exhaust atau keduanya, untuk membersihkan udara di area pernapasan dan sekitarnya.
  • Jangan ambil risiko dengan uap hasil pengelasan. Jika ventilasi atau

    s Troubleshoot-commission On $77.00′>The Fat Loss Troubleshoot-commission On $77.00

    exhaust tidak adekuat pakailah

    respirator (masker) yang memenuhi persyaratan untuk membersihkan udara pernapasan.

MASKER (RESPIRATOR)

Rekomendasi utama untuk ruang kerja pengelasan adalah kontrol teknis dengan

penerapan lokal exhaust atau general ventilasi, untuk mengurangi tingkat pajanan uap Zinc Oxide. Tetapi kadangkala hal tersebut sulit dilakukan sehingga diperlukan pemakaian respirator (masker). Respitaror biasanya digunakan untuk pekerjaan di ruang tertutup (confined spaces), seperti tanki atau ruang sempit tertutup dan dalam kondisi darurat. Selalu gunakan respirator yang di rekomendasikan oleh Mine safety and Health Administration (MSHA) atau oleh National Institute for Occupational safety and Health (NIOSH) atau Depnaker.

PROSEDUR MONITOR DAN PEMERIKSAAN LINGKUNGAN KERJA

– Evaluasi Pajanan 8 Jam

Pengambilan sampel paling baik dilakukan selama 8 jam atau dalam 2 kali per 4 jam. Pengambilan sampel per 30 menit tidak disarankan untuk dilakukan. Pengambilan sampel harus dilakukan oleh orang yang terlatih dengan menggunakan peralatan dan metode yang sesuai. Pengambilan sampel dilakukan di zona pernapasan pekerja ( paling menggambarkan udara yang dihirup oleh pekerja)

– Evaluasi Short-Therm Exposure Limit

Pemeriksaan dilakukan pada saat konsentrasi puncak uap Zinc Oxide di duga terjadi. Lakukan selama 15 menit atau serial dengan total waktu 15 menit. Pengumpulan dilakukan pada zone pernapasan pekerja. Lakukan minimal 3 pemeriksaan dalam 1 shift kerja, hasil tertinggi yang bisa disimpulkan sebagai pajanan tertinggi pada pekerja.

KESIMPULAN

  • Demam uap logam merupakan akibat dari pajanan berlebihan uap Zinc Oxide yang dihasilkan dari pengelasan, pemotongan, gurinda logam yang di galvanize.
  • Demam uap logam merupakan kumpulan gejala menyerupai flu yang timbul sesaat setelah terpajan uap logam.
  • Untuk menghindari keluhan tersebut, jauhkan kepala dan hindari menghirup uap logam. Gunakan ventilasi yang baik dan atau exhaust. Jika ventilasi yang baik sulit dilaksanakan gunakan masker yang sesuai.
  • Belum diketahui dampak jangka panjang penyakit ini.

Referensi :

Metal Fume Fever, Safety and Health Fact Sheet No.25, American Welding Society, 2000

zp8497586rq
zp8497586rq
987zzz321

Asma pada Pembuat Roti

Tulisan ini dimaksudkan untuk melengkapi jawaban dr. Samsuridjal Djauzi pada kolom Kesehatan Kompas Minggu 11 Januari 2009 mengenai asma pada karyawan di pabrik roti. Di dalam Ilmu Kedokteran Kerja di kenal istilah penyakit akibat kerja dan penyakit yang dipengaruhi oleh pekerjaan. Pada kasus karyawan pabrik roti yang menderita asma tersebut kemungkinan asmanya dipengaruhi oleh pekerjaannya. Setiap satu dari sepuluh penderita asma, penyebabnya berasal dari tempat kerja. Kelompok yang paling berisiko adalah pembuat roti, dan tepung terigu merupakan penyebab nomer dua terbesar yang menyebabkan asma kerja.

Sehingga ada istilah Bakers asthma. Seperti diketahui bersama perusahaan roti pada umumnya dalam proses produksinya menggunakan bahan baku tepung terigu. Jadi perlu dipastikan apakah pekerja tersebut sehari-hari dalam pekerjaannnya berhubungan dengan

tepung terigu. Apabila seorang pembuat roti setiap hari terpajan debu tepung terigu dan dia memiliki sifat alergis, maka kemungkinan akan timbul keluhan pilek setiap hari hingga timbul asma. Debu tepung terigu mengandung beberapa allergen potensial yaitu beberapa enzim-khususnya a-amylase- dan antigen cereal yang mencetuskan

timbulnya rhinitis alergi (pilek karena alergi) dan asma. Untuk di tempat kerja, tindakan paling penting yang harus dilakukan adalah melakukan pengendalian faktor risiko. Yang pertama deng

an melakukan kontrol secara teknis. Perhatikan apakah ventilasi di ruang proses pembuatan roti cukup baik . Apakah terdapat penghisap debu (exhaust) untuk menyedot debu tepung terigu keluar dari ruangan sehingga debu tepung tidak terhirup di dalam udara pernapasan pekerja.

Hal lain yang bisa dilakukan adalah :

    • Hindari menuang tepung karena debunya akan beterbangan.

http://www.victoryag.org/children.htm

  • Gunakan sendok untuk memindahkan tepung.
  • Jika tepung tumpah segera bersihkan supaya tidak sempat beterbangan.
  • Gunakan vacuum atau lap basah untuk membersihkan tumpahan tepung, jangan di sapu karena debunya akan beterbangan.
  • Aduk tepung dalam adonan perlahan-lahan hingga basah dan tercampur.
  • Segera cuci tangan dengan air jika tangan terdapat tepung terigu.
  • Jika debu masih ada gunakan masker yang cukup baik untuk mencegah debu tepung masuk ke saluran pernapasan.

Untuk sementara waktu pekerja yang mengalami asma bisa dipindahkan

ke bagian lain yang tidak ada debu tepung terigu. Misalnya ke bagian pengemasan atau administrasi. Setelah kondisi lingkungan kerjanya cukup bersih dan asmanya terkendali yang bersangkutan bisa kembali bekerja di bagian produksi.

Demikian tambahan dari saya. Mudah-mudahan cukup memberikan solusi untuk Bapak M di J.

Salam

dr.Lelitasari,MKK

Praktisi Kesehatan Kerja

zp8497586rq

Telinga Berdenging dan Kebisingan

Beberapa hari yang lalu seorang pekerja di pabrik klien saya datang ke klinik dan mengeluhkan telinganya sudah 1 bulan terakhir berdenging. Dari hasil medical check up terakhir tampak adanya penurunan tingkat pendengaran dan dari hasil anamnesa (wawancara) ybs bekerja di area bising dan tidak pernah mengenakan alat pelindung telinga. Apakah ada hubungan kebisingan dengan telinga berdenging ? Ternyata hubungannya erat sekali..

Telinga berdenging dalam istilah kedokteran disebut dengan Tinnitus merupakan gangguan pendengaran dimana telinga terasa berdenging atau terdengar sura grebek2, kresek2 yang mengganggu, terutama saat hening.Salah satu penyebab tinnitus adalah kebisingan. Apa itu bising ? Tidak ada definisi baku bising. Ada yang mengatakan bising adalah suara yang tidak menyenangkan atau suara yang keras. Untuk memastikan tingkat Kebisingan bisa diukur dengan menggunakan alat Sound Level Meter dan NAB (Nilai Ambang Batas) nya adalah 85dB untuk 8 jam pajanan per hari. Artinya lebih dari 85 dB sudah bisa dikategorikan sebagai bising.

Nah, bagaimana bising bisa menyebabkan tinnitus ? Sistem pendengaran kita bekerja dengan cara daun telinga menangkap suara, diteruskan melalui lubang telinga dan akan menggetarkan gendang telinga, getaran di gendang telinga akan menggerakkan tulang-tulang pendengaran ditelinga tengah, gerakan tulang-tulang pendengaran akan menggetarkan rumah siput (cochlea) yang didalamnya terdapa sel-sel rambut yang bertugas mengantarkan

cy no prescription

dminus.com

gelombang suara menuju ke saraf pendengaran.  Jika  telinga kita menerima kebisingan lebih dari 85dB selama berjam-jam

maka sel-sel rambut yang berada didalam cochlea akan mengalami perlengketan yang akan pulih kembali setelah 12 jam tanpa pajanan bising. Tetapi jika pajanan bising terjadi berulang-ulang setiap hari maka sel-sel rambut akan mengalami kerusakan dan tidak bisa tumbuh kembali. Kerusakan pada sel rambut tersebut akan menyebabkan seseorang mengalami gangguan pendengaran, dimulai dengan telinga berdenging dan diikuti dengan penurunan tingkat pendengaran. Jadi jika telinga anda berdenging dan sehari-hari bekerja dilingkungan kerja yang bising atau sering mendengarkan musik menggunakan earphone dengan suara keras atau anda pemain band dengan sound system yang kerasss kemungkinan telinga anda mulai terjadi gangguan pendengaran. Segeralah periksa ke dokter THT dan segera lindungi pendengara anda. Telinga berdenging bukan berarti anda sedang diomongin orang ya…:)

Saat ini diseluruh dunia gangguan pendengaran karena kebisingan menempati urutan pertama penyakit akibat

kerja. Kabar buruknya gangguan pendengaran karena kebisingan  tidak bisa disembuhkan, tetapi kabar baiknya 100% bisa dicegah melalui program KONSERVASI PENDENGARAN. Yuk lindungi pendnegaran kita…

zp8497586rq