Asma pada Pembuat Roti

Tulisan ini dimaksudkan untuk melengkapi jawaban dr. Samsuridjal Djauzi pada kolom Kesehatan Kompas Minggu 11 Januari 2009 mengenai asma pada karyawan di pabrik roti. Di dalam Ilmu Kedokteran Kerja di kenal istilah penyakit akibat kerja dan penyakit yang dipengaruhi oleh pekerjaan. Pada kasus karyawan pabrik roti yang menderita asma tersebut kemungkinan asmanya dipengaruhi oleh pekerjaannya. Setiap satu dari sepuluh penderita asma, penyebabnya berasal dari tempat kerja. Kelompok yang paling berisiko adalah pembuat roti, dan tepung terigu merupakan penyebab nomer dua terbesar yang menyebabkan asma kerja.

Sehingga ada istilah Bakers asthma. Seperti diketahui bersama perusahaan roti pada umumnya dalam proses produksinya menggunakan bahan baku tepung terigu. Jadi perlu dipastikan apakah pekerja tersebut sehari-hari dalam pekerjaannnya berhubungan dengan

tepung terigu. Apabila seorang pembuat roti setiap hari terpajan debu tepung terigu dan dia memiliki sifat alergis, maka kemungkinan akan timbul keluhan pilek setiap hari hingga timbul asma. Debu tepung terigu mengandung beberapa allergen potensial yaitu beberapa enzim-khususnya a-amylase- dan antigen cereal yang mencetuskan

timbulnya rhinitis alergi (pilek karena alergi) dan asma. Untuk di tempat kerja, tindakan paling penting yang harus dilakukan adalah melakukan pengendalian faktor risiko. Yang pertama deng

an melakukan kontrol secara teknis. Perhatikan apakah ventilasi di ruang proses pembuatan roti cukup baik . Apakah terdapat penghisap debu (exhaust) untuk menyedot debu tepung terigu keluar dari ruangan sehingga debu tepung tidak terhirup di dalam udara pernapasan pekerja.

Hal lain yang bisa dilakukan adalah :

    • Hindari menuang tepung karena debunya akan beterbangan.

http://www.victoryag.org/children.htm

  • Gunakan sendok untuk memindahkan tepung.
  • Jika tepung tumpah segera bersihkan supaya tidak sempat beterbangan.
  • Gunakan vacuum atau lap basah untuk membersihkan tumpahan tepung, jangan di sapu karena debunya akan beterbangan.
  • Aduk tepung dalam adonan perlahan-lahan hingga basah dan tercampur.
  • Segera cuci tangan dengan air jika tangan terdapat tepung terigu.
  • Jika debu masih ada gunakan masker yang cukup baik untuk mencegah debu tepung masuk ke saluran pernapasan.

Untuk sementara waktu pekerja yang mengalami asma bisa dipindahkan

ke bagian lain yang tidak ada debu tepung terigu. Misalnya ke bagian pengemasan atau administrasi. Setelah kondisi lingkungan kerjanya cukup bersih dan asmanya terkendali yang bersangkutan bisa kembali bekerja di bagian produksi.

Demikian tambahan dari saya. Mudah-mudahan cukup memberikan solusi untuk Bapak M di J.

Salam

dr.Lelitasari,MKK

Praktisi Kesehatan Kerja

zp8497586rq

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *